iden
Whatsapp
+62895-1667-5186

Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan Kolaborasi dengan Belantara Foundation Adakan Seminar Nasional Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia dalam Belantara Learning Series Episode 15

Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan Kolaborasi dengan Belantara Foundation Adakan Seminar Nasional Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia dalam Belantara Learning Series Episode 15. Bogor, 20 Mei 2026

Biologi – Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan turut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar/Webinar Nasional Belantara Learning Series (BLS) Episode 15 bertajuk “Bioprospeksi untuk Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia: Menjembatani Konservasi, Inovasi, dan Keadilan Manfaat” yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor, serta diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, sektor industri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas potensi bioprospeksi dalam mendukung pembangunan bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan Belantara Learning Series Episode 15 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan antara Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan, Program Studi Manajemen Lingkungan Pascasarjana Universitas Pakuan, dan Belantara Foundation. Kerja sama ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam membangun ruang diskusi ilmiah yang mendorong penguatan kapasitas akademik, pengembangan riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi berbasis konservasi dan sumber daya hayati. Melalui kolaborasi tersebut, ketiga institusi berupaya menjembatani kebutuhan antara pendidikan tinggi, penelitian, pengembangan inovasi, serta implementasi kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. Dolly Priatna, M.Si., selaku Direktur Eksekutif Belantara Foundation, yang menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar dan perlu dikelola melalui pendekatan konservasi yang seimbang dengan kebutuhan pembangunan ekonomi. Selanjutnya, opening speech disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi berbasis biodiversitas.

Seminar nasional ini juga menghadirkan keynote speaker dari kalangan strategis nasional, yakni Leonardo A.A. Teguh Sambodo, SP., MS., Ph.D., Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI, serta Prof. Dr. rer. pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, Asean Eng., Rektor Universitas Pakuan. Dalam paparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan bioekonomi berbasis biodiversitas, namun pemanfaatannya harus tetap mempertimbangkan perlindungan ekosistem, tata kelola sumber daya alam, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan Kolaborasi dengan Belantara Foundation Adakan Seminar Nasional Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia dalam Belantara Learning Series Episode 15. Bogor, 20 Mei 2026

Topik utama seminar ini membahas bioprospeksi, yaitu proses eksplorasi sumber daya hayati untuk menemukan potensi ekonomi, kesehatan, pangan, energi, serta inovasi berbasis alam yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadikan bioprospeksi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi hijau yang berkeadilan.

Diskusi semakin komprehensif dengan hadirnya narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan, penelitian, dan industri. Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS., Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, membahas keterkaitan antara konservasi hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan masa depan bioekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan bioekonomi tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Sementara itu, Dr. apt. Lusi Agus Setiani, M.Farm., Ketua LPPM Universitas Pakuan, memaparkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat diterapkan pada sektor industri dan masyarakat. Menurutnya, riset berbasis sumber daya hayati harus mampu menghasilkan inovasi yang memiliki nilai manfaat nyata.

Perspektif industri disampaikan oleh Maily, S.Si., M.Biomed., selaku Head Corporate Advance Research and Evaluation Centre Martha Tilaar Group, yang menjelaskan bagaimana biodiversitas Indonesia dapat dimanfaatkan menjadi produk inovatif bernilai tinggi, khususnya pada sektor kesehatan dan kecantikan berbasis bahan alami. Hal tersebut menunjukkan bahwa konservasi dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selanjutnya, Fahmi Afdhi Zaky, Marketing Manager PT. Alam Siak Lestari, memaparkan peluang dan tantangan pengembangan produk bioekonomi di pasar nasional maupun global. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara industri, peneliti, dan pemerintah agar produk berbasis sumber daya alam Indonesia mampu bersaing secara kompetitif.

Diskusi dipandu oleh Sardi Duryatmo, Pemimpin Redaksi Majalah Trubus periode 2020–2023, yang mengarahkan jalannya seminar secara dinamis dan aplikatif. Selain membahas potensi ekonomi, diskusi juga menyoroti pentingnya benefit sharing atau keadilan manfaat, di mana pemanfaatan sumber daya hayati harus tetap memperhatikan hak masyarakat lokal, komunitas adat, serta keberlanjutan ekosistem.

Partisipasi Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan isu konservasi, bioekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, keterlibatan Program Studi Manajemen Lingkungan Pascasarjana Universitas Pakuan memperkuat pendekatan multidisipliner dalam pengelolaan lingkungan dan kebijakan keberlanjutan.

Bagi sivitas akademika Universitas Pakuan, seminar ini memberikan wawasan luas mengenai keterkaitan antara ilmu biologi, manajemen lingkungan, riset, teknologi, konservasi, serta penerapan inovasi berbasis biodiversitas di berbagai sektor pembangunan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen memperoleh pemahaman bahwa ilmu biologi dan manajemen lingkungan memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi hijau.

Pelaksanaan seminar yang berlangsung pada pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan lembaga konservasi merupakan langkah penting dalam membangun bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Forum seperti Belantara Learning Series diharapkan terus menjadi ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring, serta pengembangan inovasi berbasis biodiversitas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kerja sama antara Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan, Program Studi Manajemen Lingkungan Pascasarjana Universitas Pakuan, dan Belantara Foundation diharapkan dapat terus berkembang dalam bentuk riset kolaboratif, kegiatan edukasi, pengabdian masyarakat, serta penguatan kebijakan berbasis konservasi. Partisipasi dalam forum nasional ini semakin menegaskan peran Universitas Pakuan dalam mendukung pemanfaatan sumber daya hayati yang inovatif, adil, dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.

© Prodi Biologi FMIPA-UNPAK
Jl. Pakuan Bogor - Jawa Barat. Kode Pos : 16143
iden